Hari ini, dapet harddisk baru buat server CentOS butut punya warnet kantor. Sebelumnya baru habis upgrade RAM menjadi 1GB (DDR1). Isinya djbdns untuk resolve n cache nameserver plus dipasangi ProFTPd untuk melayani download dan upload data melalui FTP site intranet. Harddisk yang lama tuh PATA 80GB yang segera penuh setelah diupload koleksi-koleksi anime dan film jepang. Berhubung ud 87% occupied maka hari ini dibeliin lagi PATA 160GB (MoBo-nya belum support SATA, krn produksi jaman baheula) untuk menampung koleksi Manga dan Anime-Anime pesenan user warnet.
Sekarang masalahnya server uda dicabut monitornya, keyboard juga. Tinggal kabel power sama LAN untuk network (namanya juga server, harus minimalis). Ok, masih bisa dipanggil lewat terminal kok, cm jalur yang aku buka hanya SSH. Artinya sekarang kita akan pasang hd baru, bikin partisi trus format habis itu di mount deh. Semuanya tanpa GUI (hikz..), tp gpp..kita tunjukkan “The Power of Console”. Langsung aja buka putty atau ssh client lain (aku pake bitvise)
Langkah #1. Cek harddisk baru kedetect ato ga
#fdisk -l | grep '^Disk'
Hasilnya akan menunjukkan device harddisk yang terdeteksi oleh sistem operasi. Kurang lebih tampilannya sbb :
[root@server ~]# fdisk -l |grep '^Disk' Disk /dev/hda: 80.0 GB, 80026361856 bytes Disk /dev/hdc: 160.0 GB, 160041885696 bytes
Ok saya sudah tau, yang ingin saya buat partisinya adalah /dev/hdc karena itulah harddisk yang baru saya pasang tadi. Berikutnya kita buat partisi untuk si harddisk.
# fdisk /dev/hdc
Kemungkinan pilihan sebagai berikut :
- m – cetak help/bantuan
- p – cetak isi partisi (jika telah ada)
- n – membuat partisi baru
- d – menghapus partisi
- q – keluar tanpa menyimpan perubahan
- w – simpan perubahan (write) lalu keluar aplikasi
Karena mau buat partisi baru, langsung saja ketik n, lalu pilih primary partition. Soalnya kn belum ada partisi apapun. Biasanya orang membuat partisi primary untuk sistem (active dan bisa boot) kemudian ditambah partisi extended yang berisi logical partition. Karena cuma ingin membuat satu buah partisi saja maka saya memilih primary partition dengan ukuran maksimal. Kembali ke menu, saya pilih w untuk menyimpan perubahan partisi yg baru dibuat.
Langkah #2. Format Harddisk Baru Dengan File Sistem Ext3
Kalo di windows biasa FAT, FAT32 ato NTFS.. maka untuk Linux pakenya file sistem linux Ext3. Kebetulan hd yang lama juga ud pake format ini (default CentOS).
# mkfs.ext3 /dev/hdc
Tunggu sampai proses format selesai sebelum melanjutkan kelangkah berikut.
Langkah #3. Mounting Partisi Harddisk Baru
Setelah di format, sekarang harus di mounting alias dipasang ke sistem agar bisa dikenali dalam pohon direktori Linux. Sebelumnya siapkan folder tempat mount-nya
# mkdir /hdbaru
Nah perintah diatas digunakan untuk membuat folder/directory dalam linux. Oke deh, tempat sudah disiapkan sekarang tinggal melakukan mounting.
# mount /dev/hdc /hdbaru
Perintah diatas untuk melakukan mounting partisi /dev/hdc ke direktori /hdbaru
# df -H
Perintah diatas untuk melihat space kosong yang tersedia pada harddisk-harddisk dan partisi-partisi yang ada dalam sistem kita. Hasilnya dapat juga kita manfaatkan untuk melihat juga apakah partisi baru kita sudah berhasil dipasang ke direktori yang dipilih sambil juga melihat space kosong yang masih tersedia.
Langkah #4. Ubah File /etc/fstab Agar Sistem Otomatis Mount Disk
Kalo tiap nyalain PC musti mount dulu, entar bikin bosen. Mending kita suruh aja linux agar selalu memount /dev/hdc ke /hdbaru setiap kali nyalain sistem. Caranya dengan editing file fstab.
# vi /etc/fstab
Tekan ‘i’ untuk berubah ke mode insert text. tambahkan 1 baris diakhir entry fstab sbb:
/dev/hdc /hdbaru ext3 defaults 1 3
Tekan ‘Esc’ lalu ketik ‘:wq’ lalu tekan ‘Enter’ untuk menyimpan perubahan yang baru dilakukan. Isi perbaris dalam file fstab adalah (berturut-turut dari kolom 1) : device – path default untuk mount – filesystem – option mounting – dump n fsck option. Untuk lebih jelasnya mengenai isi file fstab dan kegunaannya silahkan liat di sini.
Selesailah proses format dan mounting harddisk kosong yang baru dibelikan untuk si Server butut. Yang saya lakukan berikutnya adalah pindah-pindah data dari harddisk lama, khususnya movie anime dan manga agar tidak menghabiskan kapasitas harddisk utama.
Referensi :
http://www.cyberciti.biz/faq/linux-disk-format/

apik ni mas…
matursuwun alias thank you
yazid fuadi
dari margomulyo watulimo trenggalek jatim indonesia
e-mail:yazid_madu@yahoo.com
blog:www.yazidfuadi.co.cc
mas antodoroki yth, kalo mau format harddisc lama yg udah kepake lewat ssh caranya gimana ya mas? terus kalo udah diformat tuh HD n mau install centos caranya juga gimana mas? terimakasih