IDM vs. BitComet Download Manager


Download file di internet merupakan salah satu hobi saya.. apalagi secara koneksinya bisa dapat yang super cepet n gratis krn numpang di kampus dulu. Sampe-sampe pernah dapet gelar dari Alex menjadi anggota ‘BSC’ aka. Bandwidth Suckers Club waktu bareng jadi asdos dulu. Boleh juga tuh, bikin kelompok studi download manager buat supply e-book ato program sekalian update antivirus dari internet untuk kmpus. Tapi pasti para admin kampus dan pihak berwenang kampus akan kebakaran jenggot (kalo punya..). Soalnya memang bandwidth tuh resource mahal dan terbatas yang harusnya dimanfaatin dengan sebaik-baiknya. Jadi klo ada ide kayak gtu di kampus pasti ditolak deh…

OK.. daripada ngomongin masa lalu saya yang jahat krn suka nyolong b/w, sekarang mending bahas toolsnya aja deh. Dulu senjata andalan saya adalah IDM (Internet Download Manager) yang juga terkenal ditangan para ‘tukang sedot’ yang laen. Sekarang setelah kerja baru belajar manage bandwidth sendiri, dan menghargai jatah resource tersebut. Selain manage secara umum make router Mikrotik, jg harus manage wat diri sendiri. Bayangin aj klo smua bandwidth disedot trus mpe ga bisa browsing.. Nah, itu yang sering aku alamin ketika make IDM, meskipun jatah ud diubah2 dikonfig, smpe satuan yang terkecil pun. Seolah-olah semua konfigurasi itu tak berguna, si IDM tetep menyedot habis-habisan seperti vacuum cleaner.

Belajar dari senjata lama yang kurang berperike-bandwidth-an jadi sekarang beralih ke BitComet. Aplikasi ini adalah gabungan torrent downloader (p2p) semacam Azureus maupun Bittorrent dengan download manager ftp/http seperti FlashGet atau IDM. Sifatnya opensource alias ‘ga mbhayar’/free. Masalah kecepatan sih relatif, tergantung bandwidth yang dikasi ke kita. Kemampuan menyatukan p2p dan download manager ini juga cukup menyenangkan, karena kita tidak perlu menginstall 2 tipe aplikasi dan telah digabungkan menjadi satu dalam BitComet. Yang perlu diperhatikan mungkin settingan upload torrent yang perlu diatur sehingga ketika ada koneksi p2p kita tidak terlalu banyak disedot. Yah, tp itu juga pilihan pribadi, sapa tau mau jadi penyedia torrent juga. Yang punya fasilitas gabungan kayak gini kalo ga salah juga bisa ditemuin di FreeDownloadManager, yang sesuai namanya juga gratis.

Dari seluruh fasilitas yang ada saya paling suka kemampuan pembatasan bandwidthnya yang saya nilai cukup baik. Ketika kita kasih jatah 6KBps ya dia make nya segitu. Sehingga mungkin klo jatah total ada 12KBps ya lumayan 6KBps bisa wat yang lain seperti browsing atau chatting. Pengaturannya juga cukup simple dan bisa dipantau skrg kecepatannya berapa dan masih dibawah standar atau tidak.

Sekian laporan singkat tentang si BitComet, mudah-mudahan sekarang punya bandwidth bisa dipakai secara lebih efektif. Pelan-pelan aj..tar lama-lama juga rampung kok downloadnya. Daripada corrupt atau DC kan…

Referrer :

http://blog.bitcomet.com/bitcomet/
www.internetdownloadmanager.com/
www.freedownloadmanager.org/

  1. Ups, jadi kaleyen to yang habis2in bandwith kampus??
    *copot kabel backbone dari router*

  2. #Pengawas Bandwith Kampus
    wah..ampun deh pak..ud ngga lagi…lagian ga smpe copot kabel kok, paling cm ngakali router doang.. Btw Alex juga terlibat jadi anggota BSC lho.. kalo mau tar ta kasih fotonya.
    Asli tanpa editan.

    *bongkar penyamaran orang…

    salam

  3. dooh.. ternyata belum support rapidshare nih… corrupt mulu..
    IDM bisa pake rapid, tp nyedotnya kebangetan.. >.<

    hmm..akhirnya pake Orbit downloader sekarang, free juga n bisa diatur… trus bisa pake rapid premi juga… Hore…sedot lagi ah…

    • myrc
    • September 24th, 2008

    Selamat siang mas-mas master download,

    Saya mau tanya gimana caranya ya untuk tau direct link/url untuk file2 yang kita download pake torrent atau rapidshare.
    Kalo tau direct link-nya khan kita bisa download langsung pake downloader lain, misalnya pake ‘Download Express’, atau ‘Flashget’, etc supaya lebih cepat.

    Mohon pencerahannya ya mas.

    Terimakasih banyak.

  4. @myrc

    waduh..sy mo coba jawab, tp yg jelas sy bukan master…krn msh cupu.
    Klo torrent setau saya smua linknya itu harus didownload pake p2p client kyk Kazaa, Bittorrent dkk. Nah downloadnya tergantung seed yang tersedia, alias jumlah orang yang sharing… Klo mo disulap jadi link direct ya susah, kecuali kita googling lagi n cari alamat untuk file yang sama tapi di share direct linknya untuk download.

    Klo rapidshare, direct linknya lebih sering disebut premium link, soalnya yang boleh dapet link itu hanya yang berlangganan fasilitas premium download. Coba aja cari di google dengan kata kunci ‘rapidshare premium link generator’ atau klo untuk megaupload jadinya ‘megaupload premium generator’.

    Nah disitus2 tersebut bisa menyulap link yang ga premi jadi link premi sehingga bisa didownload dengan download manager (mendukung stop-resume, multiple link dll).

    mudah2n membantu…salam…

    • Kikilala
    • April 19th, 2011

    jadi bagi mana gan?
    mana satu yg lebih bagus?
    orbit atau bitcomet?

  5. Nice share gan. Selama ini cuma pake IDM aja, ternyata ada yang laen toh. keep posting gan.

    • wah ini artikel lama gan, perlu di update lagi infonya. Sekarang saya pribadi pakenya Orbit Downloader🙂 tp anggap aja nambah2 pengetahuan ya gan.. makasi uda mampir

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: